sekapur sirih

aku adalah aku...
cahaya sekaligus arah bagi kehidupanku...
kematian adalah jalan sesaat menuju keabadian hidup sejati...

Saturday, February 26, 2011

Definisi Sosialisme


·         Pengertian Sosialisme

Sosialisme (sosialism) secara etimologi berasal dari bahasa Perancis sosial yang berarti kemasyarakatan. Istilah sosialisme pertama kali muncul di Perancis sekitar 1830. Umumnya sebutan itu dikenakan bagi aliran yang masing-masing hendak mewujutkan masyarakat yang berdasarkan hak milik bersama terhadap alat-alat produksi, dengan maksud agar produksi tidak lagi diselenggarakan oleh orang-orang atau lembaga perorangan atau swasta yang hanya memperoleh laba tetapi semata-mata untuk melayani kebutuhan masyarakat.

·         Penjelasan Mengenai Sosialisme
Ada empat macam aliran yang dinamakan sosialisme: (1) sosial demokrat, (2) komunisme, (3) anarkhisme, dan (4) sinkalisme (Ali Mudhofir, 1988). Sosialisme ini muncul kira-kira pada awal abad 19, tetapi gerakan ini belum berarti dalam lapangan politik. Baru sejak pertengahan abad 19 yaitu sejak terbit bukunya Marx, Manifes Komunis (1848), sosialisme itu (seakan-akan) sebagai faktor yang sangat menentukan jalannya sejarah umat manusia.
Bentuk lain adalah sosialisme Fabian yaitu suatu bentuk dari teori sosialisme yang menghendaki suatu transisi konstitusional dan pengalihan bertahap pemilikan dan sarana produksi kepada Negara. Tidak akan dilakukan teknik-teknik revolusioner dan lebih ditekankan pada metode pendidikan. Aliran ini mencoba cara yang praktis untuk memanfaatkan semua sarana legislatif untuk pengaturan jam kerja, kesehatan, upah dan kondisi kerja yang lain. Bentuk sosialisme ini didukung oleh Fabian society yang didirikan 1884. Tokoh gerakan sosial di Inggris berasal dari kelompok intelektual di antaranya George Bernard Shaw, Lord Passfield, Beatrice Webb, Graham Wallas dan GDH Cole (Ali Mudhofir, 1988:90).
Istilah “ sosialis” atau negara sosial demokrat digunakan untuk menunjuk negara yang menganut paham sosialisme “ moderat” yang dilawankan dengan sosialisme ”radikal” untuk sebutan lain bagi “komunisme”. Hal ini ditegaskan mengingat dalam proses perkembangannya di Negara Barat yang pada mulanya menganut paham liberal-kapitalis berkembang menjadi Negara sosialis (sosialis demokrat) ( Frans Magnis Suseno,1975: 19-21). Perbedaan yang paling menonjol antara sosialis-demokrat dan komunisme (Marxisme-Leninisme) adalah sosial demokrat melaksanakan cita-citanya melalui jalan evolusi, persuasi, konstitusional-parlementer dan tanpa kekerasan, sebaliknya Marxisme-Leninisme melalui revolusi.
Sosialisme adalah ajaran kemasyarakatan (pandangan hidup) tertentu yang berhasrat menguasai sarana-sarana produksi serta pembagian hasil produksi secara merata (W.Surya Indra, 1979: 309). Dalam membahas sosialisme tidak dapat terlepas dengan istilah Marxisme-Leninisme karena sebagai gerakan yang mempunyai arti politik, baru berkembang setelah lahirnya karya Karl Marx, Manifesto Politik Komunis (1848). Dalam edisi bahasa Inggris 1888 Marx memakai istilah “sosialisme” dan ”komunisme” secara bergantian dalam pengertian yang sama. Hal ini dilakuakn sebab Marx ingin membedakan teorinya yang disebut “sosialisme ilmiah” dari “ sosialisme utopia” untuk menghindari kekaburan istilah dua sosialisme dan juga karena latarbelakang sejarahnya. Marx memakai istilah “komunisme” sebagai ganti “sosialisme” agar nampak lebih bersifat revolusioner (Sutarjo Adisusilo, 1991: 127).
Dalam perkembangannya, Lenin dan Stalin berhasil mendirikan negara “komunis”. Istilah “sosialis” lebih disukai daripada “komunis” karena dirasa lebih terhormat dan tidak menimbulkan kecurigaan. Mereka menyebut masa transisi dari Negara kapitalis ke arah Negara komunis atau “masyarakat tidak berkelas” sebagai masyarakat sosialis dan masa transisi itu terjadi dengan dibentuknya “ Negara sosialis”, kendati istilah resmi yang mereka pakai adalah “negara demokrasi rakyat”. Di pihak lain Negara di luar “Negara sosialis”, yaitu Negara yang diperintah oleh partai komunis, tetap memakai sebutan komunisme untuk organisasinya, sedangkan partai sosialis di Negara Barat memakai sebutan “sosialis demokrat” (Meriam Budiardjo, 1984: 5).
Dengan demikian dapat dikemukakan, sosialisme sebagai idiologi politik adalah suatu keyakinan dan kepercayaan yang dianggap benar mengenai tatanan politik yang mencita-citakan terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara merata melalui jalan evolusi, persuasi, konstitusional-parlementer dan tanpa kekerasan.

Fungsi dan Tujuan Komunikasi


Beberapa fungsi dan tujuan komunikasi sosial menurut beberapa sumber :

1.      (Riswandi. Graha Ilmu. 2009. Ilmu Komunikasi. hal : 13-21)
a.       Fungsi  Komunikasi Sosial
-    Membangun konsep diri
Bagaimana kita memandang dan mencari tahu siapa diri kita, yang diperoleh dari informasi yang diberikan orang lain kepada kita.
-    Eksistensi dan aktualisasi diri
Individu yang berkomunikasi untuk menunjukkan eksistensi dirinya, dimana ia eksis ketika berkomunikasi dengan orang lain baik secara verbal maupun non verbal
-    Kelangsungan hidup, memupuk hubungan dan mencapai kebahagiaan
Individu harus berinteraksi dengan orang lain agar dapat melanjutkan kehidupan, karena manusia tidak dapat hidup tanpa adanya orang lain.
b.      Fungsi Komunikasi Ekspresif
Interaksi yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok demi menyampaikan atau menerima perasaan kita dari dan kepada orang lain secara ekspresif
c.       Fungsi komunikasi Ritual
Erat kaitannya dengan penyampaian atau penerimaan komunikasi atau perasaan mendalam individu.
d.      Fungsi Komunikasi Instrumental
-          Menginformasikan
-          Mengajar
-          Mendorong
-          Mengubah sikap, keyakinan, dan perilaku
-          Menggerakkan tindakan
-          Menghibur


2.      (Nurudin. Rajawali. 2004. Sistem Komunikasi Indonesia. hal : 16-17)
Tujuan Komunikasi terdiri atas beberapa indikator, yaitu :
-          Mencari tahu pertimbangan keputusan
-          Memberi pengertian, mempengaruhi dan menafsirkan
-          Menjaga kontinuitas keseimbangan
-          Menghibur

3.      (Anonymous  - FC. 2009. Unit I - Preliminaries. hal : 14-16)
The Purposes of Communication:
-          Personal Discovery
It’s about our orientation. We learn how we can communicate with another people, and how we can transfer or receive the message of interaction
-          Discovery of the external world
We learn and get lot of information from our interpersonal interaction; we seem to acquire a great deal information from media and from discussing with other people.
-          Establishing Meaningful Relationships
You can communicate with your close-friend in school, at work, and probably on the phone. You talk with your parents, children, brother and sister or with your relational partner.
-          Changing attitudes and behaviors
We can move on when we get the message of interaction, we also attempt to change the attitudes and behaviors of other from what we communicate about.
-          Play and Entertainment 
It means, communication can motivate each individual in different ways, and to different degrees depending on the nature of the individuals involved their needs, wants and histories, the context in which the communication takes place, and the numerous other factors we have already noted as being essential to any communication act.

4.      (Prof. Hafied Cangara. Rajawali. 2010. Pengantar Ilmu Komunikasi. hal : 2-3)
Fungsi komunikasi, diantaranya :
-          Manusia dapat mengontrol lingkungannya
-          Manusia dapat beradaptasi dengan lingkungannya
-          Manusia dapat melakukan transformasi warisan sosial kepada generasi berikutnya
          Tujuan Komunikasi yaitu sebagai instrumen dari interaksi yang berguna untuk mengetahui dan memprediksi sikap orang lain, juga untuk mengetahui keberadaan dengan masyarakat.

Definisi Komunikasi


Definisi Komunikasi menurut para ahli :

1.      Weaver
Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.
(Riswandi. Graha Ilmu. 2009. Ilmu Komunikasi. hal : 2)

2.      Barnlund
Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif , mempertahankan atau memperkuat ego.
(Riswandi. Graha Ilmu. 2009. Ilmu Komunikasi. hal : 2)

3.      Gode
Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari semula yang dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.
(Riswandi. Graha Ilmu. 2009. Ilmu Komunikasi. hal : 2)

4.      Bernard Berelson dan Gary A. Steiner
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar, angka-angka dan lain-lain.
(Riswandi. Graha Ilmu. 2009. Ilmu Komunikasi. hal : 2)

5.      Carl Hovland, Janis dan Kelley
Komunikasi adalah suatu proses melalui dimana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).
(Riswandi. Graha Ilmu. 2009. Ilmu Komunikasi. hal : 1)

6.      Harold Laswell
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa” “mengatakan” “apa” “dengan saluran apa”, “kepada siapa”, dan “dengan akibat apa” atau “hasil apa” (who says what in which channel to whom and with what effect).
(Riswandi. Graha Ilmu. 2009. Ilmu Komunikasi. hal : 2)

7.      Raymond S. Ross
Komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh sang komunikator.
(Wiryanto. Grasindo. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. hal : 6)

8.      Everett M. Rogers dan Lawrence Kincaid
Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi antara satu sama lain, yang pada gilirannya terjadi saling pengertian yang mendalam.
(Wiryanto. Grasindo. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. hal : 7)

9.      Shannon dan Weaver
Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain, sengaja atau tidak sengaja dan tidak terbatas pada bentuk komunikasi verbal.
(Wiryanto. Grasindo. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. hal : 7)

10.   Sarah Trenholm dan Arthur Jensen
Komunikasi adalah suatu proses dimana mentransmisikan pesan kepada penerima melalui beragam saluran.
(Wiryanto. Grasindo. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. hal : 6)

PERANG DUNIA II

Perang Dunia II begitu familiar dalam benak siapa pun di dunia ini. Perang Dunia II sering diasumsikan sebagai perang termutakhir sepanjang masa. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada PD II terjadi konflik militer antar negara yang secara kualitatif menyertakan teknologi tercanggih yang melebihi usia perang dunia itu sendiri serta secara kuantitatif merenggut korban jiwa dan luka yang begitu banyak. Menurut sumber yang ada, PD II bermula sejak 1 September 1939 hingga 2 September 1945 yang melibatkan sebagian besar negara di dunia, termasuk semua kekuatan-kekuatan besar yang terbagi dalam dua aliansi militer yang berlawanan, yakni Sekutu dan Poros. Penandatanganan dokumen Japanese Instrument of Surrender oleh Jepang di atas kapal USS Missouri pada tanggal 2 September 1945,mengakhiri PD II, 6 tahun semenjak perang maha dahsyat itu dimulai.
Secara garis besar, PD II dilatarbelakangi atas berbagai indikator utama yang dapat digolongkan ke dalam sebab-sebab umum dan khusus.
a.      Sebab Umum
1) Munculnya faham fasisme akibat rasa cinta tanah air yang berlebihan yang terjadi pada tiga negara, yakni Jepang oleh Perdana Menteri Tanaka pada masa pemerintahan Kaisar Hirohito, Nazi Jerman oleh Hitler dan Italia Benito Mussolini.    
2) Semangat untuk membalas dendam (revenge idea) karena kekalahan dalam PD I oleh negara-negara yang kalah pada PD I dan mengalami kehancuran ekonomi.
3) Kegagalan bagi Liga Bangsa-Bangsa dalam mewujudkan perdamaian dunia.
b . Sebab Khusus
PD II terjadi di dua kawasan yaitu kawasan Eropa dan kawasan Asia Pasifik.
1)   Di kawasan Asia Pasifik, penyerbuan Jepang terhadap pangkalan Angkatan Laut Amerika
Serikat di Pearl Harbour tanggal 7 Desember 1941.
2)   Di kawasan Eropa, serangan kilat (blitzkrieg) yang dilakukan Jerman atas Polandia pada tanggal 1 September 1939. Alasan penyerangan itu untuk merebut kembali kota Danzig (penduduknya bangsa Jerman). Dalam waktu singkat sebagian besar Polandia dikuasai Jerman dan karena merasa terancam, Uni Soviet menyerang Polandia dari Timur disusul oleh Perancis dan Inggris yang menyatakan perang dengan Jerman.
PD II berkecamuk di tiga benua tua; yaitu Afrika, Asia dan Eropa. Negara-negara yang terlibat terbagi dalam blok Sentral dan blok Sekutu yang dapat dijabarkan sebagai berikut :
a.   Blok Sentral yaitu Jerman, Italia, Jepang, Austria, Rumania, dan Finlandia.
b.   Blok Sekutu yaitu Inggris, Prancis, Rusia, RRC, Amerika Serikat, Austria, dan Polandia.

Secara umum PD II dibagi dalam 3 tahapan berikut.
a.   Tahapan pertama, Blok Sentral melakukan ofensif dengan taktik serangan kilat.
b.   Tahapan kedua, merupakan titik balik. Blok Sentral bersifat defensif (bertahan) sedangkan blok Sekutu lebih banyak melakukan serangan.
c.    Tahapan ketiga, blok Sekutu mulai mencapai kemenangan.
Pada bulan Mei 1942, suatu serangan terhadap Australia terhenti dalam pertempuran di Laut Koral. Serangan serupa terhadap Hawai terhenti di Midway pada bulan Juni 1942. Pada bulan Agustus 1942 pasukan Amerika Serikat mendarat di Guadalkanal (Kepulauan Solomon) dan bulan Februari 1943 pihak Jepang telah dipukul mundur. Pada bulan Februari 1944 pasukan Amerika Serikat berhasil mengusir Jepang dari Kwayalein, di Kepulauan Marshall, dan Saipan di Kepulauan Mariana. Pada tanggal 6 Agustus 1945 Sekutu menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Akhirnya Jepang menyerah dan menandatangai perjanjian di atas kapal USS Missouri tanggal 2 September 1945 di Teluk Tokyo. Blok Sentral pada akhirnya harus menyerah kepada Sekutu pada bulan Mei 1945.

Dampak Perang Dunia II
A.    Bidang Politik
1.   Amerika Serikat dan Uni Soviet muncul hadir menjadi Negara superpower. Uni Soviet muncul dengan kekuatan psikologisnya, sedangkan Amerika Serikat muncul dengan kekuatan materialnya.
2.   Negara-negara Eropa seperti, Inggris, Prancis, Italia, dan Jerman mulai memudar perannya dalam Percaturan Politik Internasional.
3.   Terjadinya Perang Dingin akibat persaingan dan Perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dengan paham Liberalisnya dan Uni Soviet dengan paham Sosialisnya.
4.   Akibat dari perang dingin tersebut, beberapa Negara terpecah, seperti : Korea, Vietnam dan Jerman.
5.   Terbentuknya Persekutuan Militer/Pakta Pertahanan, seperti : NATO dan Pakta Warsawa.
6.   Terbentuknya PBB ( Perserikatan Bangsa-Bangsa).
7.   Munculnya beberapa Negara baru yang merdeka di Asia-Afrika seperti : Indonesia, India, Pakistan, Srilanka dan Filipina.

B.   Bidang Ekonomi
Pasca PD II, terjadi depresi yang amat luas. Pengangguran terjadi dimana-mana. Negara yang kalah perang kekurangan modal untuk membangun kembali negaranya. Amerika Serikat menawarkan berbagai bantuan modal. Berikut ini diantaranya :
1.      Truman Doctrine yang ditujukan untuk Turki dan Yunani
2.      Marshal Plan yang ditujukan untuk membangun kembali Eropa
3.      Point Four Truman yang ditujukan untuk membangun Negara-negara yang masih terbelakang. Terutama di Asia.

DAMPAK PD II BAGI PERKEMBANGAN STUDI H.I.
PD II menjadi sebuah tonggak perkembangan baru dalam kaitannya dengan studi Hubungan Internasional. Menurut Argumentasi saya, PD II memperbanyak kajian atas interaksi dan komunikasi politik antar negara serta memberikan fakta baru mengenai kebijakan sebuah negara. PD II juga memberikan efek yang baik bagi akademisi HI yang menangkap begitu banyak perspektif negara yang cenderung berparadigma realis. Paradigma Realis yang sangat dominan pada PD II dan setelahnya menjadi cerminan dari negara-negara sekutu yang berupaya mengembangkan pendekatan teoritis terhadap negara-negara berkembang. Strategi Kekuatan dan Kebijakan Internasional suatu Negara setelah PD II pun mulai merambah ke area lain selain pertahanan keamanan. Hal ini meliputi kekuatan di bidang Ekonomi maupun Kebudayaan sesuai dengan visi negara tersebut. Hal ini pun berdampak luas pada kajian studi HI yang ikut meluas dan kompleks pula, tidak hanya terfokus pada pertahanan dan keamanan serta konflik antar negara. Fenomena tersebut dapat menjadi sebuah sampel atau bukti yang dapat menjelaskan Grand Theory HI terkait perilaku hubungan internasional suatu negara. Disisi lain, pertentangan antara aliran idealis dan realis menyebabkan munculnya aliran baru yang disebut aliran behavioralis yang melakukan pendekatan dari segi tingkah laku. Seiring berjalannya waktu, muncul pula banyak aliran yang terus mewarnai perkembangan studi Hubungan Internasional.



SUMBER REFERENSI
http://globalisasi.wordpress.com/2011/02/13/hubungan-internasional-abad-ke-21-pengantar-studi/