sekapur sirih

aku adalah aku...
cahaya sekaligus arah bagi kehidupanku...
kematian adalah jalan sesaat menuju keabadian hidup sejati...

Saturday, February 26, 2011

Definisi Komunikasi


Definisi Komunikasi menurut para ahli :

1.      Weaver
Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.
(Riswandi. Graha Ilmu. 2009. Ilmu Komunikasi. hal : 2)

2.      Barnlund
Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif , mempertahankan atau memperkuat ego.
(Riswandi. Graha Ilmu. 2009. Ilmu Komunikasi. hal : 2)

3.      Gode
Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari semula yang dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.
(Riswandi. Graha Ilmu. 2009. Ilmu Komunikasi. hal : 2)

4.      Bernard Berelson dan Gary A. Steiner
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar, angka-angka dan lain-lain.
(Riswandi. Graha Ilmu. 2009. Ilmu Komunikasi. hal : 2)

5.      Carl Hovland, Janis dan Kelley
Komunikasi adalah suatu proses melalui dimana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).
(Riswandi. Graha Ilmu. 2009. Ilmu Komunikasi. hal : 1)

6.      Harold Laswell
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa” “mengatakan” “apa” “dengan saluran apa”, “kepada siapa”, dan “dengan akibat apa” atau “hasil apa” (who says what in which channel to whom and with what effect).
(Riswandi. Graha Ilmu. 2009. Ilmu Komunikasi. hal : 2)

7.      Raymond S. Ross
Komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh sang komunikator.
(Wiryanto. Grasindo. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. hal : 6)

8.      Everett M. Rogers dan Lawrence Kincaid
Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi antara satu sama lain, yang pada gilirannya terjadi saling pengertian yang mendalam.
(Wiryanto. Grasindo. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. hal : 7)

9.      Shannon dan Weaver
Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain, sengaja atau tidak sengaja dan tidak terbatas pada bentuk komunikasi verbal.
(Wiryanto. Grasindo. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. hal : 7)

10.   Sarah Trenholm dan Arthur Jensen
Komunikasi adalah suatu proses dimana mentransmisikan pesan kepada penerima melalui beragam saluran.
(Wiryanto. Grasindo. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. hal : 6)

PERANG DUNIA II

Perang Dunia II begitu familiar dalam benak siapa pun di dunia ini. Perang Dunia II sering diasumsikan sebagai perang termutakhir sepanjang masa. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada PD II terjadi konflik militer antar negara yang secara kualitatif menyertakan teknologi tercanggih yang melebihi usia perang dunia itu sendiri serta secara kuantitatif merenggut korban jiwa dan luka yang begitu banyak. Menurut sumber yang ada, PD II bermula sejak 1 September 1939 hingga 2 September 1945 yang melibatkan sebagian besar negara di dunia, termasuk semua kekuatan-kekuatan besar yang terbagi dalam dua aliansi militer yang berlawanan, yakni Sekutu dan Poros. Penandatanganan dokumen Japanese Instrument of Surrender oleh Jepang di atas kapal USS Missouri pada tanggal 2 September 1945,mengakhiri PD II, 6 tahun semenjak perang maha dahsyat itu dimulai.
Secara garis besar, PD II dilatarbelakangi atas berbagai indikator utama yang dapat digolongkan ke dalam sebab-sebab umum dan khusus.
a.      Sebab Umum
1) Munculnya faham fasisme akibat rasa cinta tanah air yang berlebihan yang terjadi pada tiga negara, yakni Jepang oleh Perdana Menteri Tanaka pada masa pemerintahan Kaisar Hirohito, Nazi Jerman oleh Hitler dan Italia Benito Mussolini.    
2) Semangat untuk membalas dendam (revenge idea) karena kekalahan dalam PD I oleh negara-negara yang kalah pada PD I dan mengalami kehancuran ekonomi.
3) Kegagalan bagi Liga Bangsa-Bangsa dalam mewujudkan perdamaian dunia.
b . Sebab Khusus
PD II terjadi di dua kawasan yaitu kawasan Eropa dan kawasan Asia Pasifik.
1)   Di kawasan Asia Pasifik, penyerbuan Jepang terhadap pangkalan Angkatan Laut Amerika
Serikat di Pearl Harbour tanggal 7 Desember 1941.
2)   Di kawasan Eropa, serangan kilat (blitzkrieg) yang dilakukan Jerman atas Polandia pada tanggal 1 September 1939. Alasan penyerangan itu untuk merebut kembali kota Danzig (penduduknya bangsa Jerman). Dalam waktu singkat sebagian besar Polandia dikuasai Jerman dan karena merasa terancam, Uni Soviet menyerang Polandia dari Timur disusul oleh Perancis dan Inggris yang menyatakan perang dengan Jerman.
PD II berkecamuk di tiga benua tua; yaitu Afrika, Asia dan Eropa. Negara-negara yang terlibat terbagi dalam blok Sentral dan blok Sekutu yang dapat dijabarkan sebagai berikut :
a.   Blok Sentral yaitu Jerman, Italia, Jepang, Austria, Rumania, dan Finlandia.
b.   Blok Sekutu yaitu Inggris, Prancis, Rusia, RRC, Amerika Serikat, Austria, dan Polandia.

Secara umum PD II dibagi dalam 3 tahapan berikut.
a.   Tahapan pertama, Blok Sentral melakukan ofensif dengan taktik serangan kilat.
b.   Tahapan kedua, merupakan titik balik. Blok Sentral bersifat defensif (bertahan) sedangkan blok Sekutu lebih banyak melakukan serangan.
c.    Tahapan ketiga, blok Sekutu mulai mencapai kemenangan.
Pada bulan Mei 1942, suatu serangan terhadap Australia terhenti dalam pertempuran di Laut Koral. Serangan serupa terhadap Hawai terhenti di Midway pada bulan Juni 1942. Pada bulan Agustus 1942 pasukan Amerika Serikat mendarat di Guadalkanal (Kepulauan Solomon) dan bulan Februari 1943 pihak Jepang telah dipukul mundur. Pada bulan Februari 1944 pasukan Amerika Serikat berhasil mengusir Jepang dari Kwayalein, di Kepulauan Marshall, dan Saipan di Kepulauan Mariana. Pada tanggal 6 Agustus 1945 Sekutu menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Akhirnya Jepang menyerah dan menandatangai perjanjian di atas kapal USS Missouri tanggal 2 September 1945 di Teluk Tokyo. Blok Sentral pada akhirnya harus menyerah kepada Sekutu pada bulan Mei 1945.

Dampak Perang Dunia II
A.    Bidang Politik
1.   Amerika Serikat dan Uni Soviet muncul hadir menjadi Negara superpower. Uni Soviet muncul dengan kekuatan psikologisnya, sedangkan Amerika Serikat muncul dengan kekuatan materialnya.
2.   Negara-negara Eropa seperti, Inggris, Prancis, Italia, dan Jerman mulai memudar perannya dalam Percaturan Politik Internasional.
3.   Terjadinya Perang Dingin akibat persaingan dan Perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dengan paham Liberalisnya dan Uni Soviet dengan paham Sosialisnya.
4.   Akibat dari perang dingin tersebut, beberapa Negara terpecah, seperti : Korea, Vietnam dan Jerman.
5.   Terbentuknya Persekutuan Militer/Pakta Pertahanan, seperti : NATO dan Pakta Warsawa.
6.   Terbentuknya PBB ( Perserikatan Bangsa-Bangsa).
7.   Munculnya beberapa Negara baru yang merdeka di Asia-Afrika seperti : Indonesia, India, Pakistan, Srilanka dan Filipina.

B.   Bidang Ekonomi
Pasca PD II, terjadi depresi yang amat luas. Pengangguran terjadi dimana-mana. Negara yang kalah perang kekurangan modal untuk membangun kembali negaranya. Amerika Serikat menawarkan berbagai bantuan modal. Berikut ini diantaranya :
1.      Truman Doctrine yang ditujukan untuk Turki dan Yunani
2.      Marshal Plan yang ditujukan untuk membangun kembali Eropa
3.      Point Four Truman yang ditujukan untuk membangun Negara-negara yang masih terbelakang. Terutama di Asia.

DAMPAK PD II BAGI PERKEMBANGAN STUDI H.I.
PD II menjadi sebuah tonggak perkembangan baru dalam kaitannya dengan studi Hubungan Internasional. Menurut Argumentasi saya, PD II memperbanyak kajian atas interaksi dan komunikasi politik antar negara serta memberikan fakta baru mengenai kebijakan sebuah negara. PD II juga memberikan efek yang baik bagi akademisi HI yang menangkap begitu banyak perspektif negara yang cenderung berparadigma realis. Paradigma Realis yang sangat dominan pada PD II dan setelahnya menjadi cerminan dari negara-negara sekutu yang berupaya mengembangkan pendekatan teoritis terhadap negara-negara berkembang. Strategi Kekuatan dan Kebijakan Internasional suatu Negara setelah PD II pun mulai merambah ke area lain selain pertahanan keamanan. Hal ini meliputi kekuatan di bidang Ekonomi maupun Kebudayaan sesuai dengan visi negara tersebut. Hal ini pun berdampak luas pada kajian studi HI yang ikut meluas dan kompleks pula, tidak hanya terfokus pada pertahanan dan keamanan serta konflik antar negara. Fenomena tersebut dapat menjadi sebuah sampel atau bukti yang dapat menjelaskan Grand Theory HI terkait perilaku hubungan internasional suatu negara. Disisi lain, pertentangan antara aliran idealis dan realis menyebabkan munculnya aliran baru yang disebut aliran behavioralis yang melakukan pendekatan dari segi tingkah laku. Seiring berjalannya waktu, muncul pula banyak aliran yang terus mewarnai perkembangan studi Hubungan Internasional.



SUMBER REFERENSI
http://globalisasi.wordpress.com/2011/02/13/hubungan-internasional-abad-ke-21-pengantar-studi/

Gurindam


Gurindam

Barang siapa tidak memegang agama
Sekali-kali tidakkan boleh dibilangkan nama
Barang siapa mengenal yang empat
Ia itulah orang yang makrifat
Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tengah-Nya tiada ia menyalah
Barang siapa mengenal dunia
Takutlah ia barang yang terperdaya
Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudarat
Kurang fikir, kurang siasat
Tinta dirimu kalah tersesat
Fikir dahulu sebelum berkata
Supaya terlelah selang sengketa
Kalau mulut tajam dan kasar
Boleh ditimpa bahaya besar
            Jika ilmu tiada sempurna
            Tiada berapa dia berguna 


                        Berikut Gurindam Dua Belas pasal keenam. 

Cahari olehmu akan sahabat,
Yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
Yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
Yang boleh dimenyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
Pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan abdi,
Yang ada baik sedikit budi.

            Kurang fikir, kurang siasat,
Tentu dirimu kelak tersesat.
Fikir dahulu sebelum berkata,
Supaya terelak silang sengketa.
Orang malas jatuh sengsara,
Orang rajin bayak saudara.
Ilmu kepandaian boleh dikejar,
Asal mau rajin belajar.
Menolong sesama wajib dan perlu,
            Tetapi tolonglah diri dahulu.

Refleksi Pergerakan Mahasiswa Pasca Reformasi


Mahasiswa esensinya adalah Intelektual Muda yang senantiasa menjadi tonggak utama pergerakan. Sebagai Agent of Change, mahasiswa dituntut untuk berinteraksi dan bersinergi dengan organisasi yang dapat mewadahi pergerakannya atas dasar nilai yang selaras. Ketika mahasiswa berniat meluruskan dan megaplikasikan pemikiran kritis yng dimilikinya, maka organisasi secara terbuka siap mewadahi mereka.
Geliat pergerakan mahasiswa senantiasa berlangsung dinamis. Ada masanya ketika pergerakan riuh lantang menerkam penguasa, dan ada masanya pula ketika pergerakan diterkam membisu oleh penguasa. Ketika era reformasi berlangsung, terjadi banyak pergerakan yang dimaksudkan untuk mengentaskan rezim terdahulu. Namun yang terjadi belakangan ini, mahasiswa dinilai gagal mengawal reformasi. Praktik-praktik yang menyengsarakan rakyat justru semakin terang benderang dilakukan tanpa malu sedikitpun. Lucunya, pemberangusan hak rakyat untuk hidup sejahtera dikebiri bahkan terdapat banyak regulasi abu-abu yang sengaja disahkan demi melegalkan kepentingan golongan tertentu. Dimanakah peran mahasiswa saat ini ? tidak dipungkiri bahwa mahasiswa sekarang lebih condong melakukan pergerakan secara sendiri-sendiri sehingga mudah dipatahkan bahkan ditunggangi. Mahasiswa seakan terombang-ambing pada dunianya sendiri. Keinginan untuk merubah system dan perilaku penguasa terkadang hanya menjadi euphoria belaka yang bahkan miris untuk diimplementasikan. Sebagai intelektual muda, kelas real mahasiswa itu terletak pada kehidupan bermasyarakat. Pengabdian kepada masyarakat merupakan tupoksi utama bagi mahasiswa.
Secara khusus menyoroti jurusan ilmu hubungan internasional yang semakin hari semakin tergerus oleh euphoria global. Memang benar, ruang lingkup ilmu HI yang begitu luas secara tidak langsung membawa mahasiswanya bertatapan langsung dengan euphoria global. Tak pelak, hal ini memicu kita sebagai mahasiswa berbenturan keras dengan perilaku global yang liberal dan tidak peka terhadap kondisi kaum terbelakang. Namun jika ditelaah, justru hal ini merupakan tantangan bagi mahasiswa itu sendiri. Ketika mahasiswa telah mapan dalam menghayati, memahami dan mampu mengimplementasikan nilai yang dianutnya, ia dapat secara aktif membatasi diri dalam melakukan sesuatu yang berbau hedonism atau sesuatu yang sama sekali tidak bermanfaat bagi orang lain. Tidak perlu berbicara terlalu jauh tentang kehidupan, begitu indahnya hidup ketika mahasiswa sekarang ini memahami betul bahwa tugasnya bukan semata-mata belajar dan kuliah kilat dengan IP tinggi, namun esensinya adalah menjadi mahasiswa yang peka dan paham dalam mengelola hati dan pemikiran sehingga menjadi orang yang berguna bagi orang lain.
Paradigma berpikir mahasiswa seyogyanya dilandaskan pada nilai-nilai kemanusian, toleransi, kritis serta nilai keilahian dalam bingkai kekeluargaan sesuai dengan nilai yang dianut oleh HIMAHI yang mewadahi mahasiswa jurusan ilmu HI. HIMAHI menjadi pintu utama mahasiswa HI dalam menularkan kreatifitas sosial bagi masyarakat dan tentunya bagi dirinya sendiri. Minimnya animo mahasiswa saat ini dalam berhimpunan sebenarnya terletak pada kondisi mahasiswa itu sendiri. Ketika mahasiswa secara sadar memahami himpunan sebagai media pengembangan diri menuju manusia yang cerdas dan berkarakter, maka secara terbuka ia menerima himpunan sebagai keluarga. Namun mahasiswa HI khususnya lebih memilih untuk apatis terhadap hal tersebut, maka kampus dan himpunan layaknya shelter yang sering digunakan tatkala ingin berteduh dari hujan saja. “Cobalah bukan untuk menjadi sukses, melainkan menjadi orang yang bernilai”(Albert Einstein).